Banyak Foto, Banyak Konten | SeedSteam | Blog La Acun

Banyak Foto, Banyak Konten

Memanfaatkan aset fotografi sebagai konten utama blog

Postingan ini sebenarnya terinspirasi dari pencapaian jumlah stok grafis Pixabay yang sudah sebanyak lebih dari 2,8 juta per 28 Maret 2023.

Sejak beberapa tahun yang lalu saya mengenal Pixabay, waktu itu setahu saya, publikasi pengguna utamanya adalah media gambar atau foto baik hasil fotografi maupun ilustrasi dan juga vektor.

Belum se-variatif sekarang dengan adanya efek suara, musik dan juga stok video.

Saya jadi kepikiran bahwa pada dasarnya, publikasi semacam itu cukup mudah dilakukan.

Sebab konten utamanya adalah gambar dan sangat bisa dikatakan tidak memerlukan waktu untuk menulis konten.

Kalaupun melibatkan aktivitas menulis di situsnya, paling juga hanya sebatas penggunaan tag pada setiap gambar yang diunggah.

Saat ini dengan semakin baiknya kualitas kamera hp saja, itu sudah lebih dari cukup untuk berburu foto yang akan dijadikan konten.

Iya sih kualitasnya tetap kalah jika dibandingkan dengan kamera DSLR atau jenis kamera yang lebih profesional lainnya.

Tapi tetap saja, gak mungkin juga peminat foto hasil kamera tidak ada sama sekali.

Juga, adanya potensi untuk bersaing di mesin pencari misalnya Google pada penelusuran gambar sehingga situs bisa mendatangkan pengunjung hingga suatu saat nanti menjadi cukup populer.

Minimal ramai pengunjung kalau memang tidak bernasib populer.

Sebagaimana isi tiap halaman di Pixabay, 1 foto itu sama halnya dengan 1 halaman publikasi.

Jika ada 1.000 foto yang diunggah berarti ada setidaknya 1.000 konten yang sudah siap melayani pengunjung.

Kalau berdasarkan skill fotografi saya yang serba terbatas ini, menghasilkan 1.000 foto saja dalam setahun menggunakan kamera hp itu mudah banget.

Karena itu artinya hanya butuh 3 foto per hari. Itu pun hasilnya sudah lebih karena jika 3 foto dikali 365 hari dalam setahun, saya sudah bisa mendapatkan 1.095 foto (postingan).

Secara teknikal, pembuatan situs wallpaper atau apapun namanya dimana kontennya adalah unggahan gambar yang bisa diunduh pengunjung itu memang bisa sangat berbeda dengan membangun blog.

Tetapi memanfaatkan fitur blog biasa pun itu sudah memungkinkan jika dibatasi hanya pada aspek bisa tidaknya mempublikasikan konten gambar.

Dan itu pun sudah bisa bersaing di mesin pencari. Apalagi kalau ada sedikit modal untuk menggunakan CMS Wordpress, banyak aspek teknikal yang bisa ditemukan solusinya melalui penggunaan plugin.

Tidak mengapa juga jika menggunakan platform semacam Blogger.

Bahkan khusus penggunaan platform Blogger ini, saya jadi ingat blognya Linda Ikeji asal Nigeria yang dulu sempat populer di kalangan blogger berbagai negara.

Dalam seminggu, Linda Ikeji bisa mempublikasikan hingga ribuan postingan. Dan banyak diantaranya hanya berupa gambar hasil screenshot dengan hanya sedikit deskripsi yang kadang tidak sampai 100 kata.

Kadang malah postingannya hanya berupa judul dan isinya foto saja. Tanpa informasi apapun.

Sampai saat ini pun, kalau berkunjung ke lindaikejisblog.com, saya masih bisa dengan mudah menemukan postingan terbaru dengan konten yang singkat-singkat.

Ibaratnya publikasinya itu gak perlu terlalu ngoyo. Dan salah satu proses perjalanan situsnya itu memang menggunakan Blogger (Blogspot) di awal.

Mau bukti? Coba saja kunjungi lindaikeji.blogspot.com. Nanti akan diarahkan secara otomatis ke situs utamanya saat ini.

Kalau penasaran, silahkan juga analisa bagaimana publikasinya awal-awal saat masih menggunakan blogspot dengan mengunjungi wayback machine.

Dengan adanya postingan ini, bisa jadi kedepannya blog pribadi yang sangat sederhana ini juga akan saya manfaatkan untuk mempublikasikan konten foto dengan hanya sedikit deskripsi.

Entah saya akan melakukannya sepanjang tahun atau setiap hari maupun tidak, setidaknya ide bahwa 1 foto sama dengan 1 postingan ini bagi saya cukup masuk akal untuk diterapkan.

Dan sebenarnya juga memang hal tersebut sudah saya mulai.

Juga, jika misalnya pendapat saya bahwa menulis di blog itu mudah namun anda masih belum terbiasa atau bahkan merasa terlalu terbebani, saya kira mempublikasikan gambar di blog tidak kalah mudahnya dengan mengunggahnya ke album Facebook.

Itu pendapat saya saja. Jika anda punya pemikiran lain, yuk berbagi di komentar.