6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Custom Domain
Sebagaimana diketahui bahwa blog ini dibangun menggunakan Blogger dengan alamat awalnya adalah seedsteam.blogspot.com dan akhirnya berubah seedsteam.xyz.
Pengaturan pada sisi Blogger juga sudah saya terapkan agar semua URL artikel, halaman dan juga kategori dan semua internal link yang ada akan secara otomatis dialihkan ke URL baru.
Sepintas, seolah tidak ada lagi yang perlu dilakukan karena khusus untuk pengunjung yang masih awam, mereka akan selalu bisa mendapatkan informasi dari blog ini dengan mengikuti berbagai tautan yang dibutuhkan.
Namun bagaimana dari aspek optimasi mesin pencari? Apakah upaya SEO blog ini tetap akan dibiarkan sebagaimana yang sudah diterapkan sebelumnya?
Tentu saja tidak.
Masih ada yang harus dilakukan setelah melakukan custom domain dari Blogspot ke TLD
Sebagaimana diketahui, umumnya ada 2 aspek penting strategi SEO yang diterapkan pada sebuah blog atau website.
Yang pertama adalah SEO-Onpage dan yang kedua adalah sebaliknya yaitu SEO-Offpage.
Untuk optimasi dari aspek offpage, tentu akan saya biarkan saja karena kendali ada pada pengelola situs lainnya.
Oleh karena itu, dalam tulisan ini saya hanya ingin membahas tentang apa saja yang perlu dilakukan untuk menunjang optimasi secara onpage.
1. Mengganti logo dan favicon blog
Meskipun nama blog awal dan setelah custom domain ke TLD sama yaitu Seedsteam, namun saya pernah mengalami hal yang berbeda pada blog lain yang saya kelola.
Kadang nama blog awal berbeda dengan yang baru dan itu suda pasti akan aneh jika logo dan favicon masih mempertahankan yang lama sementara sudah seharusnya diganti yang baru.
Hal ini tidak hanya berlaku ketika merubah alamat blog dari sub-domain ke TLD.
Namun juga dari domain TLD lama ke TLD baru jika terdapat brand domain yang berbeda.
2. Merubah meta deskripsi homepage dan deskripsi penelusuran halaman
Terkait dengan poin 1 di atas, deskripsi blog sering juga memasukkan brand keyword dari blog itu sendiri.
Dan kata kunci brand ini juga kerap saya temui pada deskripsi penelusuran halaman seperti kontak, about dan lain sebagainya.
Sekali lagi, jika nama domain berubah secara signifikan, maka perubahan pada deskripsi halaman terkait juga perlu dilakukan.
Hal ini juga sangat erat kaitannya dengan optimasi halaman beranda terkait dengan penerapan navigational keyword blog yang dikelola.
3. Mengedit template blog
Pada bagian header menu dari template premium yang pernah saya beli, seringkali saya tampilkan halaman seperti kontak, about bahkan kategori dan pernah juga link menuju postingan tertentu.
Padahal, tiap-tiap menu tersebut masih berisikan tautan lama dan lebih baik diubah demi konsistensi penulisan tautan internal blog.
Dan itu juga akan membantu aspek SEO-Onpage blog.
4. Mendaftarkan ulang domain TLD baru di Google Search Console
Domain baru haruslah memiliki properti tersendiri di Google Search Console agar setiap informasi perkembangan dan permasalahan domain tersebut bisa langsung teridentifikasi.
Tidak mendaftarkan properti domain baru di Google Search Console bisa saja berarti memperlambat perkembangan blog itu sendiri.
5. Merubah internal link semua halaman dan artikel
Jika melakukan custom domain ke TLD di Blogger, hanya butuh pengaturan yang cepat dan sangat muda untuk membuat semua tautan terarahkan otomatis ke domain baru.
Hanya saja, itu juga berarti bahwa internal link yang lama sudah tidak digunakan lagi (meskipun masih berfungsi dengan baik).
Oleh karena itu, semua link internal di blog dengan alamat baru harus disunting dan menyesuaikan dengan alamat domain baru.
Baca juga: 6 Alasan Tidak Memakai Keyword on Domain
Selain sebagai bagian dari konsistensi secara onpage, robot crawler juga akan semakin mudah mengikuti tautan dalam postingan anda.
Ini akan sangat membantu untuk proses indeks pada tahap selanjutnya.
6. Menyunting artikel yang dibutuhkan
Kadangkala, kata pertama yang saya tulis di suatu postingan adalah brand keyword blog yang berisi link menuju halaman beranda.
Ini tidak hanya tentang merubah internal link dari kata kunci tersebut namun juga bagian dari konsistensi penyebutan brand domain itu sendiri.
