6 Jenis URL Untuk Redirect 301 Saat Migrasi Platform Blog | SeedSteam | Blog La Acun

6 Jenis URL Untuk Redirect 301 Saat Migrasi Platform Blog

Jenis-jenis URL untuk kebutuhan redirect 301 dalam panduan ini bisa anda manfaatkan untuk migrasi platform misalnya dari Blogger ke Wordpress atau sebaliknya maupun dari dan ke platform lainnya yang berbeda.

Pada tahun 2022 yang lalu, saya pernah membangun blog menggunakan Blogger yang sudah di custom domain.

Setelah itu, saya memutuskan untuk migrasi platform ke Wordpress.

Migrasi platform semacam ini akan menimbulkan masalah baru dari aspek technical SEO khususnya pada permalink atau struktur URL yang digunakan pada platform yang baru.

Misalnya saja, ketika menggunakan Wordpress, saya biasanya akan menggunakan struktur permalink yang lebih pendek dengan memilih "Post Name" dimana URL halaman dan postingan tidak mengandung waktu publikasi.

Beda halnya dengan Blogger dimana tahun dan bulan publikasi khususnya postingan secara default seringkali ada pada hampir semua URL.

Pada publikasi halaman juga, Blogger selalu menyertakan /p/ pada permalinknya.

Selain itu, permalink yang saya gunakan di Wordpress juga biasanya tidak mengandung www.

Silahkan lihat tabel di bawah ini sebagai contoh.

Blogger Wordpress
https://www.seedsteam.xyz/2023/03/blog-post.html https://seedsteam.xyz/blog-post/
https://www.seedsteam.xyz/p/kontak.html https://seedsteam.xyz/kontak/

Contoh perbedaan URL pada tabel di atas tentu belum semuanya. Misalnya URL label postingan juga sudah pasti akan jauh berbeda.

Oleh karena itu, saya akan membuat daftar jenis halaman (URL) yang harus diperhatikan saat akan migrasi platform yang nantinya akan diterapkan redirect 301 secara permanen.

6 jenis URL untuk Redirect 301 saat migrasi platform blog


Jenis url atau permalink untuk diketahui saat migrasi platform blog

Salah satu masalah utama yang perlu dicegah saat bermigrasi platform terkait dengan penggunaan struktur permalink pada platform yang baru adalah error 404 (not found).

Permasalahan tersebut muncul tidak hanya karena adanya perbedaan struktur permalink saja.

Namun juga ketika meng-impor file hasil backup dari platform lama dimana url artikel juga seringkali ikut berubah dan tidak mengikuti url yang lama.

Contohnya adalah file backup Blogger dimasukkan (diunggah) ke Wordpress.

Dan untuk mengetahui jenis URL mana saja yang perlu diterapkan redirect 301 untuk mengatasi masalah error 404 tersebut, maka saya akan membuat 6 daftarnya sebagaimana berikut ini.

Peringatan: Membuat daftar semua URL dari platform lama sebelum migrasi platform lebih disarankan agar proses migrasi lebih cepat dan efektif dalam mencegah munculnya error.

1. URL postingan/artikel

Membuat daftar URL postingan atau artikel ini bagi saya sendiri hukumnya wajib.

Apalagi kita tahu bersama bahwa kebanyakan pengunjung berada di blog kita itu adalah karena postingan artikel.

Persaingan kata kunci yang ditargetkan juga kebanyakan bersumber dari postingan dan bukan jenis halaman lainnya.

Jadi jangan sampai jenis URL yang pertama ini terlewatkan karena bisa sangat mempengaruhi SEO blog secara signifikan.

Ingat!

Adanya perubahan URL pada platform baru itu berarti bahwa robot perayap mesin pencari juga akan menganggapnya sebagai URL baru meskipun isinya sama saja dengan saat belum migrasi.

Jika anda sudah memiliki daftar semua URL artikel dan sudah diterapkan redirect 301 yang tepat, maka hal itu akan sangat membantu proses indeks menjadi lebih cepat juga.

Untuk mendapatkan semua format URL lama artikel blog anda, ada 2 cara manual yang bisa dilakukan yaitu:

  1. Copy-paste URL satu per satu jika jumlahnya masih sedikit.
  2. Mengunduh file peta situs blog karena didalamnya berisi semua daftar URL artikel lalu memindahkannya ke file Spreadsheet atau Excel.
  3. Mengunduh data indeks di Google Search Console dengan menyatukan URL artikel yang sudah terindeks maupun yang belum.
Terkait: Cara Ubah URL Artikel dan Halaman di Blogger

2. URL halaman (page)

Halaman (page) yang dimaksudkan dalam poin ini misalnya berupa halaman kontak, about, sitemap, kebijakan situs dan lain sebagainya.

Contohnya untuk pengguna Blogger khusus blog ini misalnya adalah halaman kontak dengan URL https://www.seedsteam.xyz/p/kontak.html.

Di Blogger, setelah nama domain dilanjutkan dengan tersedianya /p yang mengindikasikan bahwa halaman tersebut merupakan page dan bukan postingan (artikel).

Saat akan melakukan migrasi platform, lebih baik juga untuk membuat daftar semua URL page apalagi biasanya jumlahnya sangat sedikit.

Tapi baiknya tetap dibuat dengan tujuan agar bisa melakukan redirect 301 nantinya.

3. URL kategori/label

Ada pengelola blog yang mempublikasikan artikel yang dikategorikan berdasarkan label tertentu. Dan ada juga yang tidak.

Namun praktik umumnya yang sering saya temui termasuk yang saya aplikasikan sendiri adalah dengan membuat kategori untuk setiap tulisan.

Misalnya saja semua artikel yang berhubungan dengan topik optimasi mesin pencari, akan saya terbitkan dalam kategori SEO dengan URL https://www.seedsteam.xyz/search/label/SEO.

Semakin banyak label artikel, maka jumlah URL khusus label tersebut juga akan sama banyaknya.

Misalnya jika ada 20 label artikel di blog ini, maka jumlah URL label juga pada dasarnya ada 20.

Saat akan migrasi platform misalnya ke Wordpress, maka URL label SEO pada contoh di atas itu bisa saja berubah menjadi https://seedsteam.xyz/category/seo.

URL nya jelas sudah beda karena struktur permalink yang dipilih pada platform blog baru juga berbeda dengan platform lama.

Dan itu akan sangat bisa menimbulkan error 404. Oleh karena itu, membuat list URL label ini juga menjadi penting untuk dilakukan sebelum pindah platform.

4. URL Arsip

Di Blogger, kita bisa menampilkan widget arsip publikasi berdasarkan waktu publikasinya.

Di blog Seed Steam ini sendiri saya tidak memasanganya agar desain blog tetap sederhana.

Akan tetapi dalam kaitannya dengan struktur URL yang digunakan di Blogger, URL arsip masih bisa diakses misalnya dengan mengunjungi URL https://www.seedsteam.xyz/2023/03/.

Contoh URL tersebut pada dasarnya akan menampilkan ke pengunjung terkait semua publikasi postingan di blog ini pada bulan Maret tahun 2023 (2023/03).

Berdasarkan pengalaman saya, jika blog tidak menampilkan widget arsip ini khususnya di Blogger, maka biasanya juga tidak akan menimbulkan error 404 dari URL jenis ke-4 ini setelah bermigrasi ke Wordpress.

Hal ini disebabkan karena secara default (khususnya tema resmi Blogger keluaran terbaru), setahu saya semua URL arsip halaman itu sudah otomatis diatur agar robot perayap tidak mengikuti dan mengindeksnya (noindex, nofollow).

Akan tetapi jika widget arsip ditampilkan ke pengguna, meskipun sudah memasang tag nofollow dan noindex, biasanya error 404 akan tetap muncul saat migrasi karena situs anda merekam aktivitas klik tautan pengguna.

Oleh karena itu, silahkan sesuaikan apakah URL arsip ini akan anda buat daftarnya lalu mengambil tindakan pengalihan 301 atau tidak.

Yang jelas, khusus pada jenis URL ini, anda bisa menunggu laporan dari Google Search Console atau plugin terkait apakah ada URL yang error atau tidak ada masalah sama sekali.

5. URL paginasi halaman

Paginasi adalah teknik menampilkan halaman berisi URL dalam jumlah tertentu melalui penomoran halaman secara berurutan.

Di blog ini sendiri anda bisa melihat bahwa pada tiap halaman yang ada setelah daftat publikasi artikel, anda akan menemukan tombol dengan ikon tanda panah ke kiri dan juga ke arah kanan.

Pada desain website lain, anda mungkin akan menemukan bahwa tombol semacam itu digantikan dengan tombol yang berisi tampilan nomor atau juga penggunaan teks Sebelumnya (Previous, Prev) dan juga Next.

Halaman paginasi di Blogger sendiri bisa ditemukan pada 3 tempat yaitu:

  1. Beranda.
  2. Label/Kategori.
  3. Konten (misalnya membagi 1 artikel menjadi 3 halaman).

Untuk penggunaan tema Blogger premium, saya belum pernah menemukan error 404 pada halaman paginasi yang bersumber dari tombol di Beranda maupun label.

Alasannya karena halaman paginasinya biasanya sudah dibuat noindex agar tidak terjadi konten duplikat.

Namun hal ini bisa berbeda ketika paginasi diterapkan pada konten berjenis postingan (artikel).

Oleh karena itu, anda bisa memantau artikel mana saja yang menerapkan kode paginasi pada konten karena bisa saja hal itu akan berubah pada platform baru karena adanya penggunaan shortcode yang berbeda selain karena alasan struktur permalink yang juga berbeda.

6. URL versi mobile

Pada platform Blogger, semua jenis URL di atas akan ditampilkan dengan adanya tambahan ?m=1 atau sekedar m=1 tanpa spasi pada setiap akhir URL ketika diakses menggunakan perangkat mobile (hp).

Sedangkan jika misalnya bermigrasi ke Wordpress, kita bisa mengatur bahwa semua URL baik yang diakses melalui laptop dan pc maupun hp dan tablet bisa tetap sama (sesuai dengan URL aslinya).

Pengalaman saya ketika bermigrasi dari Blogger ke Wordpress, biasanya error 404 ini akan tetap muncul karena URL versi mobile dari Blogger belum diredirect secara permanen (301).

Oleh karena itu, jika anda membuat daftar semua URL yang perlu dialihkan secara permanen, jangan lupa juga meyertakan URL versi mobile ini.

Jika tidak, biasanya akan ada peringatan di Google Search Console maupun plugin Wordpress bahwa URL versi mobile dari platform yang lama akan tetap terindikasi sebagai error 404 jika belum diarahkan ulang ke versi yang baru.

Artikel terkait: Cara Redirect 301 di Blogger Dari URL Lama ke Baru

Demikian 6 jenis URL yang perlu anda ketahu dan buat daftarnya untuk kemudian anda lakukan langkah pencegahan maupun solusi atas error 404 melalui redirect 301.

Jika masih ada yang kurang, silahkan beri tahu saya di komentar.