Kenapa Artikel Hasil Plagiat Terindeks di Google?
Setahu saya, tidak ada yang mengharapkan publikasi tulisan di blog atau situsnya diplagiat oleh pihak lain tanpa izin.
Apalagi jika dipublikasikan ulang pada web yang berbeda dengan tingkat plagiasi hingga 100% tanpa ada perubahan yang diterapkan baik pada sebagian kecil konten tersebut maupun secara signifikan.
Hal ini tentu akan merugikan situs dimana artikel tersebut pertama kali diterbitkan (postingan asli, orisinil).
Betapa tidak, kata kunci yang ditargetkan bersaing di mesin pencari setidaknya tidak hanya dikompetisikan dengan situs lain yang menargetkan hal yang sama.
Namun juga, oleh situs plagiat tersebut.
Sebagai pihak pertama yang melakukan penerbitan postingan, hal ini tentu sangat merugikan.
Sebab meskipun terkadang atau bahkan seringkali proses menulis di blog itu mudah, tetap saja ada waktu yang harus diluangkan.
Apalagi hasil kerja keras tersebut malah menambah pesaing yang tidak diperkukan.
Ditambah lagi jika proses indeks artikel blog masih menunggu antrian di Google Search Console sedangkan yang terindikasi plagiat sudah terindeks lebih dulu.
Maka itu hanya akan semakin menambah kesulitan persaingan bagi postingan asli.
Alasan artikel plagiat masih bisa terindeks di mesin pencari
Ada beberapa faktor yang mengakibatkan proses indeks artikel hasil plagiat masih bisa ditemukan di mesin pencari khususnya Google.
Misalnya saja penerapan struktur website yang lebih baik pada situs plagiat dibanding situs asli dimana artikel tersebut dicuri.
Hal ini tentu akan berdampak pada tingkat perayapan situs yang lebih baik oleh robot perayap mesin pencari dalam menemukan URL baru di internet.
Belum lagi jika pencuri artikel juga menggunakan Google Search Console untuk melakukan indeks.
Maka tidak mustahil bahwa artikel plagiat akan bisa terindeks bahkan lebih duluan dibandingkan artikel aslinya.
Ini juga yang menjadi alasan saya untuk menggunakan tema blog premium di Blogger.
Selain sudah dikembangkan dengan mengedepankan penerapan SEO yang ramah terhadap mesin pencari, struktur tema nya juga sudah dibuat sedemikian rupa agar lebih mudah dirayapi oleh robot.
Selain alasan tersebut, para pelaku plagiat juga tidak menutup kemungkinan akan atau bahkan telah membangun akun media sosial yang terorganisir dengan baik.
Apalagi jika dilakukan oleh para spammer yang memiliki banyak akun di Facebook atau Twitter misalnya.
Meskipun postingannya adalah hasil plagiat, dengan membagikannya di media sosial maka URL postingan akan semakin mudah ditemukan di mesin telusur.
Kita tahu bersama bahwa social signal juga bisa membantu dalam hal pengindeksan URL apalagi hal ini juga sudah menjadi bagian dari algoritma Google dalam memberi peringkat di hasil penelusuran.
Pertimbangan selanjutnya adalah penggunaan layanan atau jasa pengindeksan URL.
Di dunia maya, hal ini tidak lagi menjadi berita baru dimana ada begitu banyak jasa dengan harga yang terjangkau untuk mengindeks URL utama sekaligus mengindeks backlink menuju URL tersebut.
Jika semua alasan di atas dikombinasikan, maka seolah tidak ada alasan artikel plagiat tidak bisa diindeks di Google.
Yang lebih utama lagi adalah Google sebagai mesin pencari populer hingga saat ini masih belum bisa melakukan blokir secara otomatis terhadap URL dari situs yang berisi konten plagiat jika belum ada laporan pelanggaran hak cipta yang dikirimkan oleh korban plagiat.
Jadi secanggih apapun Google saat tulisan ini saya terbitkan, bisa diasumsikan bahwa peluang konten hasil plagiat untuk ditemukan di mesin pencari sama besarnya dengan artikel aslinya.
Terkait pencurian artikel: Konten Blog Lama Saya Dicuri
Berbagai penjelasan saya di atas juga bersumber dari pengalaman saya mengelola blog selama beberapa tahun terakhir.
Bahkan saya telah membuktikannya di blog ini sendiri.
Jadi, ada beberapa artikel yang bersumber dari blog saya lainnya yang kemudian saya pindahkan kesini tanpa adanya upaya perubahan yang berarti.
Dan hasilnya, tetap saja bisa terindeks di Google dengan sangat baik.
Jika Google yang sudah canggih saja masih bisa diakali dalam kaitannya dengan proses pengindeksan konten seperti yang baru saja anda baca, apalagi mesin pencari lainnya.
Dan ini juga yang menjadi alasan kenapa masih ada kemungkinan akan tetap bermunculannya para plagiator lainnya yang menginginkan hasil instan dengan mencuri konten pihak lain secara tidak bertanggung jawab.
