Punya Blog Pribadi Kok Kebanyakan?!
Salah satu kesalahan saya dalam mengelola blog sendirian (bukan tim) adalah kebanyakan mengelola domain.
Parahnya lagi, khusus untuk blog pribadi seperti blog ini, seingat saya sudah ada 4 domain yang tidak lagi saya kelola sebagaimana mestinya.
Kebanyakan! Blog pribadi kok bisa sampai 4 domain, mubazir banget.
Belum lagi jika dihitung dengan yang sub-domain dan peruntukkannya pun sama saja. Geleng-geleng kepala saya mengingatnya.
Apalagi kalau mau ditambah dengan PBN yang saya gunakan untuk sumber backlink, duh, malah tambah pusing.
Buang-buang duit termasuk untuk hosting dan juga tenaga terbuang percuma.
Iya sih ada hikmahnya. Tapi tetap saja, kebangetan! Dan saya akui itu adalah kesalahan saya.
Mau bagaimana lagi?
Banyak domain, pikiran jadi tidak fokus
Buat siapapun yang membaca postingan ini, kalaupun anda punya rencana yang sama untuk mengelola beberapa domain, baiknya pikirkan dengan baik.
Dan tentu saja, buat perencanaan yang jelas untuk mengelolanya.
Khusus untuk blog pribadi, tetapkan hanya 1 domain saja. Kelola itu dengan baik, pikirkan aspek pembiayaannya dan lain sebagainya.
Terkait: Biaya Mengelola Blog Blogger
Ini juga sebenarnya nasihat untuk diri sendiri. Untuk saya pribadi. Jadi, harap tidak perlu ada yang tersinggung.
Misalnya saja jika menggunakan platform Blogger. Meskipun gratis, kalau ingin custom domain juga tetap ada biaya tahunan yang harus dipertimbangkan.
Iya sih terjangkau.
Tapi tetap saja, jangan tunggu sampai masa expired domain sudah dekat baru diperpanjang.
Lakukan jauh-jauh hari kalau bisa.
Sama halnya juga jika ingin ternak blog. Makin banyak domain yang dikelola, biaya pun makin membesar.
Belum lagi waktu untuk mengelolanya. Tidak main-main. Blog PBN pun bisa sama capeknya dengan mengelola blog utama.
Semua hal di atas bisa saja diatasi dengan membangun tim. Akan tetapi, hal itu juga yang masih menjadi kelemahan saya pribadi.
Mungkin belum ketemu orang yang tepat saja atau jangan-jangan saya yang terlalu khawatir menaruh kepercayaan.
Yang jelas, domain blog ini adalah yang ke-5 dimana saat ini saya anggap sebagai 'blog pribadi.'
Entah akan jadi apa nanti.
Selama saya masih sanggup mengelolanya dan tidak secara tiba-tiba berubah pikiran untuk menggantinya dengan brand dan ekstensi domain populer, mungkin masih akan saa pertahankan.
Yang saya tahu, saya aktif di blog ini sekarang dan blog-blog lainnya saya 'tidurkan' dahulu frekuensi publikasinya.
Lihat nantilah kalau memang saya sanggup untuk membangunkan dari tidur panjangnya.
Kalaupun tidak, berarti mau tidak mau harus fokus ke blog ini. Dan semoga saya bisa mengembangkannya dengan lebih baik lagi.
'Balas dendam' nge-blog
Saat awal-awal saya mulai mengelola blog ini, dalam hati sebenarnya terbesit apa yang saya sebut sebagai Revenge Blogging.
Oh, tidak! Saya tidak sedang memusuhi siapapun.
Melainkan sikap 'balas dendam' atas kesalahan dan kelalaian saya dalam mengelola blog pada tahun-tahun sebelumnya.
Sedikit demi sedikit, saya secara perlahan mulai memikirkan dan memperbaiki apa yang salah dan yang kurang dari yang sudah saya lakukan sebelumnya.
Dan sebisa mungkin tidak terulang untuk kesekian kalinya di blog ini.
Tidak mudah, tetapi perlahan sudah ada beberapa hambatan yang mulai bisa dilewati dengan baik. Alhamdulillah.
Misalnya saja saat proses pemindahan postingan dari blog lain ke blog ini. Jujur, awalnya sulit karena laptop saya rusak.
Alhasil, proses pemindahan artikel sekaligus penulisan postingan baru harus dilakukan melalui hp.
Ya, hp.
Dan sepertinya saya sudah mulai terbiasa menunduk di depan layar kecil ini setelah beberapa bulan.
Jadi bisa dibayangkan kenapa kode template blog ini tak selesai juga saya edit.
Apalagi dalam kaitannya dengan produktivitas. Tentu menggunakan laptop bisa jauh lebih efektif dan efisien. Setidaknya itu pengalaman saya.
Ini juga yang menjadi salah satu pertimbangan kenapa saya belum mau migrasi ke Wordpress.
Nanti saja.
Meskipun menggiurkan, Blogger sepertinya masih cukup memenuhi kebutuhan blogging saya hingga saat ini.
Baca juga: 6 Jenis URL Untuk Redirect 301 Saat Migrasi Platform Blog
Selain itu, proses pembuatan gambar yang saya butuhkan untuk blog ini juga semakin memakan waktu.
Alasannya jelas, mengedit gambar di hp tentu tidak se-leluasa dan se-fleksibel ketika menggunakan device dengan monitor yang lebih lebar.
Bagaimana pun canggihnya, tetap saja terbatas.
Namun lagi-lagi, saya harus tahu bagaimana berdamai dengan keadaan.
Dan tahukah anda saya harus membiasakan hal apa lagi? Referensi.
Sebaik apapun kita menulis, tetap butuh pikiran pihak lain.
Jika anda sudah terbiasa menulis setelah sekian lama, jari-jemari anda biasanya akan semakin mudah mengejar ide di kepala.
Akan tetapi, (biasanya lagi) selalu ada titik dimana kita butuh membaca referensi lebih.
Ini tidak hanya bagian dari bagaimana kita melakukan riset terhadap topik yang sedang dikerjakan.
Namun juga bagaimana berusaha sebisa mungkin membuat tulisan yang unik dan berbeda dengan yang sudah ada.
Orisinalitas itu penting. Tetapi, menulis secara berbeda sesuai dengan gaya kita sendiri sebaiknya tidak ditinggalkan.
Jika situs lain mempublikasikan 5 cara melakukan sesuatu, mungkin kita masih bisa menambahkannya hingga 7 atau 10 cara.
Lakukan lebih dari yang dibutuhkan.
Jika kebanyakan menulis dengan format paragraf yang panjang-panjang, kita mungkin bisa membagi tiap-tiap poin pembahasan dalam sub-judul bergaya listicle lengkap dengan gambar ilustrasi yang jelas.
Dan itu butuh referensi dengan membaca apa yang sudah ada. Harus browsing kesana-kemari, surfing sana-sini.
Tahu sendiri lah ya kalau scroll di hp itu bagaimana rasanya dan lamanya? Haha.
Tapi, bagaimana pun harus tetap semangat untuk dijalani. Apapun yang dihadapi harus bisa diatasi.
Mengelola blog seberapa pun beratnya, rasa-rasanya ini adalah salah satu jalan dimana tidak ada istilah untuk mundur.
Sekali sudah merasa nyaman dan sedikit lebih mudah menulis di blog dibanding masa sebelumnya, satu-satunya jalan yang harus diambil adalah tetap bergerak maju.
Kalau capek ya tinggal istirahat.

