Semudah Apa Menulis di Blog? | SeedSteam | Blog La Acun

Semudah Apa Menulis di Blog?

Agak lucu juga ya judul postingan ini?

Saya seperti seenak jidat meng-klaim bahwa menulis itu gak butuh skill, pengalaman dan segala standar yang ada.

Seolah jemari semua orang akan se-begitu hebatnya menari di atas keyboard, kejar-kejaran dengan isi kepalanya masing-masing.

Apalagi jika harus menulis di blog, eh maaf-maaf, tunggu dulu nih bos!

Menulis di blog itu mudah

Tapi mari kita kembali pada salah satu pertanyaan terkait; memangnya sesusah apa sih?

Lanjutkan dengan beberapa pertanyaan lainnya.

misalnya jika ini adalah kali pertama anda akan menulis di blog, memang sudah harus langsung tampil hebat gitu?

Harus sesuai kaidah-kaidah jurnalistik gitu kalau menulis berita?

Mesti super lengkap dan mendalam, iya?

Harus setidak-rasional apalagi kita jika menulis memiliki syarat seberat itu?

Referensinya tidak bisa dari diri sendiri saja? Pengalaman hidup selama ini?

Jika anda memiliki skill atau setidaknya mengetahui sesuatu, bisa merasakan sesuatu, melihat dan mendengar bahkan meraba, tidakkah semua hal itu bisa menjadi sumber tulisan-tulisan anda?

Pernah bermimpi indah atau mungkin yang aneh bin absurd? Ceritakan mimpi itu!

Tahu cara sortir barang di Tokopedia mulai dari harga termurah ke termahal? Tulis!

Punya pengalaman yang sangat biasa saja saat belanja di kios sebelah rumah? Tulis!

"Tapi kan belum tentu ada manfaatnya bagi orang lain, kak?"

Biarkan orang yang menjadi juri atas hal tersebut.

Kalau memang ingin mulai menulis, kerjakan saja. Jangan jadi tim penilai secara buru-buru!

Yang penting gak punya niat menyebarkan keburukan, kan? Nah, itu bagus.

Syarat menulis itu cuma bisa baca-tulis!

Itu saja dulu.

Gak pernah mengenyam dunia pendidikan sekali pun kalau memang bisa membaca dan menulis, ya sudah.

Itu sudah lebih dari cukup!

Boro-boro tulisan saya sesuai kaidah-kaidah menulis yang direkomendasikan.

Dalam penggunaan tanda baca saja, saya sangat yakin akan sangat banyak kesalahan.

Typo?

Ah, berarti saya masih manusia. Bukan robot dengan segala ketangkasan dan kejeliannya.

Selama masih bisa ngetik SMS, pesan Whatsapp, komentar di Facebook ...eh tunggu... itu bukannya menulis juga ya?

Benar, kan?

Oh, tulisannya pendek-pendek gitu ya?

Lah, blog anda sendiri itu, masalahnya dimana?

Jika hari ini baru bisa mempublikasikan 1 paragraf, bisa jadi besok akan ada 5 paragraf tambahan.

Tinggal edit, simpan.

Sunting lagi beberapa waktu ke depan, eh tahu-tahu sudah ribuan kata.

See?

Tidak ada yang melarang anda untuk menabung paragraf.

Menulis semudah berucap

Layaknya suatu sajian masakan, yang hambar sekalipun tetap dianggap sebagai makanan.

Jika bumbunya kurang, kasih garam lah! Pakai micin kalau perlu.

Sama halnya dengan sebuah tulisan, mau itu ada yang menganggapnya gak penting sekalipun, itu tetap sebuah karya tulis anda.

Gak bisa dianggap sebagai artikel, sebut saja sebagai postingan. Beres.

Lihat juga: Biaya Mengelola Blog Blogger

Jika anda harus mulai menulis hanya karena merasa sudah menemukan gaya menulisnya sendiri, anda tidak akan pernah kemana-mana.

Proses pengembangan skill dalam menulis itu dimulai dengan langsung menulis.

Tulis apa saja yang anda rasa bisa diselesaikan. Atau sesuatu yang menarik dan anda ketahui.

Lalu, publikasikan!

Tidak tahu kalimat pertama apa yang harus diketik? Ucapkan!

Kalau perlu direkam di kamera hp lalu dengar ulang.

Menulis di blog itu adalah salah satu bentuk komunikasi kita dengan manusia lainnya.

Tak ubahnya cara berbicara empat mata dengan orang lain. Yang perlu dilakukan adalah bagimana mentransformasikan ucapan menjadi deretan teks dalam format paragraf.

Semudah itu.

Bahkan jika urutan paragrafnya masih terkesan kacau sekali pun, tidak mengapa. Biasanya akan selalu ada waktu lain untuk mengeditnya kalau memang serius.

Dan itu bahkan masih dilakukan oleh penulis profesional sekali pun.

Jangankan postingan blog yang bisa dengan mudahnya kita edit kapan pun dan dimana pun, sampai sekelas terbitan buku saja masih bisa ada edisi revisinya.

Jadi, maaf-maaf nih.

Kalau ada yang bilang tidak bisa menulis sementara masih bisa ngomong, masih sering update status di Facebook, dan lain-lain, masa iya masih juga berpikir tidak bisa menulis?!

Malas kali.

Atau berpikir harus punya laptop dulu? Oh come on, tulisan ini dan puluhan postingan lainnya di blog ini saya ketik semuanya di hp.

No more excuses!