Cara Cek Apakah Artikel Sudah Terindeks Google | SeedSteam | Blog La Acun

Cara Cek Apakah Artikel Sudah Terindeks Google

Sebelum mengharapkan postingan blog anda bisa mendatangkan trafik dari Google, sebaiknya ketahui terlebih dahulu cara mengecek apakah artikel tersebut sudah terindeks di Google atau belum.

Ingin tahu apa alasannya?

Tidak ada kompetisi kata kunci bagi halaman web yang belum terindeks di Google.

Ingat itu!

Apa yang mau dikompetisikan jika artikelnya saja belum bisa ditemukan?

Oleh karena itu, mengetahui cara cek artikel dan semua halaman penting web kita apakah sudah terindeks di Google atau belum menjadi hal yang sebaiknya dilakukan.

Cara cek artikel sudah terindeks di Google

Ada 3 cara umum yang bisa anda lakukan dan akan saya sampaikan dalam postingan ini.

Semua cara ini juga saya gunakan sendiri untuk memeriksa indeks URL di blog ini.

1. Cek pengindeksan halaman di Google Search Console

Kalau benar-benar ingin memeriksa indeks halaman di Google, sudah pasti alat dari Google sendiri harus saya utamakan.

Ini juga alasan kenapa blog atau situs yang kita kelola harus didaftarkan propertinya di Google Search Console (GSC).

Tidak hanya untuk mengirimkan permintaan indeks ke Google namun juga memeriksa apakah status indeksnya sudah seperti yang kita butuhkan.

Dan berbagai manfaat lainnya.

Apalagi, GSC sendiri sudah disediakan menu khusus untuk memeriksa URL mana saja yang sudah dan belum terindeks.

Caranya adalah dengan memilih fitur "Halaman" pada bagian "Penyusunan Indeks".

Lalu, pilih "Lihat data tentang halaman yang diindeks" yang berisi daftar semua URL postingan yang sudah berhasil diindeks.

Tampilan data jumlah halaman URL yang sudah berhasil diindeks oleh Google

Kalau misalnya ada URL yang belum terindeks, silahkan perhatikan "Penyebab halaman tidak diindeks" untuk mengetahui alasan kenapa URL tertentu masih belum juga bisa ditemukan di mesin pencari Google.

2. Menuliskan URL postingan di Google

Cara kedua adalah dengan mengakses google.com lalu melakukan pencarian menggunakan kueri (perintah) berupa URL asli postingan yang ingin kita periksa indeksnya.

Memeriksa indeks halaman di Google menggunakan URL asli

Pemeriksaan manual semacam ini bisa dilakukan karena setiap URL website itu berbeda-beda dalam artian tidak ada situs lain yang menyamainya karena adanya perbedaan alamat situs dan juga tidak adanya URL yang sama dalam 1 web atau blog.

Selain hanya memasukkan URL di kotak penelusuran Google, anda juga bisa mengkombinasikannya dengan penggunaan kueri inurl untuk hasil yang lebih akurat.

inurl:URL
Contoh:
inurl:https://www.seedsteam.xyz/p/about.html

Kueri semacam ini akan memerintahkan Google untuk menemukan dan menampilkan hasil hanya pada halaman yang memiliki URL yang diinput.

Pemeriksaan indeks dengan cara kedua ini sebenarnya kadang dibutuhkan oleh webmaster (pengelola situs).

Hal ini disebabkan karena seringkali, laporan cakupan indeks di Google Search Console pada cara pertama di atas mengalami keterlambatan (tidak real-time).

Jadi misalnya dengan menggunakan cara kedua ini, anda sudah menemukan postingan anda terindeks di Google.

Namun ketika diperiksa di Google Search Console, justru malah belum terindeks.

Untuk properti blog saya sendiri, kadang update jumlah URL yang terindeks itu baru bertambah setelah 2 hari.

Jadi ada delay pada sistem pelaporan di GSC.

Oleh karena itu, cara kedua ini bermanfaat untuk mengatasi keterlambatan laporan indeks pada cara pertama.

3. Menggunakan layanan situs lain

Di internet, ada banyak situs yang membuat tool berupa aplikasi berbasis web khusus untuk memeriksa indeks halaman.

Jika ingin mencari layanannya (biasanya gratis) di Google, cukup mengetikkan kata kunci Google Index Checker atau jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi pemeriksa indeks Google.

Situs-situs dengan layanan seperti ini biasanya kebanyakan adalah situs bule (berbahasa inggris).

Misalnya saja Google index checker dari smallseotools.com dimana pengguna bisa memeriksa hingga 5 URL untuk diperiksa status indeksnya dalam sekali pemeriksaan.

Hanya saja, layanan situs seperti ini kadang akurat dan kadang juga tidak.

Apalagi, layanannya ujung-ujungnya mengarahkan pengguna untuk memeriksa indeks secara manual melalui tautan yang harus diklik.

Dan setelah dicek, ternyata menggunakan kueri site:url di Google seperti yang dilakukan oleh prepostseo.com.

Tapi tetap saya sarankan untuk digunakan (meskipun tidak harus) sebagai salah satu alternatif yang tersedia.

Semua cara mengecek indeks atas publikasi situs di Google yang baru saja saya berikan di atas pada dasarnya bisa dikombinasikan.

Misalnya menggunakan cara pertama dan kedua saja atau bahkan semuanya.

Tujuannya adalah untuk benar-benar melakukan validasi terhadap URL yang sedang diperiksa agar bisa memastikan statusnya sudah diindeks atau belum.

Apalagi ketika alat utama seperti Google Search Console itu mengalami keterlambatan pelaporan indeks.

Tapi selain 3 cara di atas, sebenarnya saya juga punya bonus tambahan untuk anda agar status indeks URL itu lebih akurat lagi dan ini akan melibatkan penggunaan Google Search Console.

Cara memastikan bahwa URL postingan sudah terindeks sempurna

Ketiga cara memeriksa indeks di mesin pencari Google di atas itu memang sudah lebih cukup menurut saya.

Akan tetapi, saya juga ingin mengingatkan bahwa Google juga memiliki otoritas untuk menghapus indeks dari databasenya.

Tahu sendiri lah ya karena bukan kita yang punya Google.

Meskipun kita bisa menerapkan langkah untuk mengirimkan permintaan indeks dan sudah mengizinkan robot crawler untuk merayapi tiap URL yang tersedia, tetap saja Google masih bisa menghapus indeks karena beberapa alasan.

Terkait: Bisakah Google Menghapus Index Situs, Semuanya atau Beberapa URL Saja?

Oleh karena itu, kita membutuhkan tahapan lanjutan untuk benar-benar memastikan bahwa URL yang ingin kita indeks sudah benar-benar bisa ditemukan oleh pengunjung di Google.

Terkait hal ini yang bisa kita lakukan adalah dengan memanfaatkan fitur pemeriksaan tayangan yang sudah terdata dan terkait dengan URL yang ingin diperiksa di GSC.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka properti situs di Google Search Console.
  • Pilih Performa.
  • Pilih tombol + Baru lalu pilih opsi Halaman.
    Cara memeriksa halaman tertentu di Google Search Console
  • Input URL yang ingin diperiksa lalu pilih Terapkan.
    Filter melalui URL yang akan diperiksa
  • Pilih tab KUERI dan lain sebagainya.

Tahapan terakhir di atas sengaja saya sebut salah satu opsi yaitu Kueri karena ketika data kata kunci tiap URL sudah ada, itu tidak hanya berarti bahwa URL sudah diindeks dengan baik, namun juga sudah mulai berkompetisi pada kata kunci yang dilaporkan.

Bukankah itu yang lebih penting?

Akan tetapi, jika misalnya belum ada kueri yang masuk ke halaman (URL) tersebut, itu tidak jadi masalah karena bisa saja data kuerinya belum diperbarui.

Oleh karena itu, sebagai tambahan pada tahap terakhir di atas, anda juga sangat disarankan untuk memilih tab lain seperti HALAMAN, NEGARA, PERANGKAT, TAMPILAN PENELUSURAN dan juga TANGGAL.

Tahu kenapa?

Tiap-tiap tab tersebut akan memiliki sub-tab dengan judul "Tayangan" dimana data yang ditampilkan adalah statistik jumlah halaman tersebut sudah ditayangkan (berpotensi ditayangkan) ke pengguna di hasil penelusuran Google.

data jumlah tayangan dan total tayangan url di google search console

Artinya, jika data tayangan URL sudah ada (sudah ditampilkan ke pengguna) berarti URL tersebut sudah benar-benar terindeks di Google.

Bisa juga dengan hanya melihat grafik "Total Tayangan" sebab kadang data pada grafik tersebut biasanya lebih cepat ter-update menurut apa yang terjadi pada URL di blog saya ini.

Intinya tinggal pilih saja mana data yang sudah terekam di properti situs kita di GSC.

Tips: buat file berisi tabel semua URL blog

Sejak saya sudah benar-benar serius mengembangkan blog dan juga berdasarkan pengalaman bekerja sebagai SEO Spcialist di salah satu agensi digital di Bali sebelumnya, sudah pasti ada tuntutan untuk bekerja secara profesional.

Kaitannya dengan apa yang sedang anda baca saat ini salah satunya adalah bagaimana melakukan pelacakan (tracking) terhadap setiap URL dengan tingkat urgensi tertentu.

Misalnya begini, di publikasi blog kita masing-masing, kemungkinan besar ada yang sudah kita anggap sebagai artikel pilar dan juga artikel pendukung.

Masing-masing tentu memberikan sumbangsih terhadap kluster topik yang dibangun di blog.

Dan sangat masuk akal jika anda berencana dan berharap bahwa artikel pilar (kalau bisa) terindeks lebih dulu dibanding yang selainnya.

Semakin banyak publikasi, maka akan semakin banyak pula peluang blog anda memiliki jumlah postingan unggulan yang perlu untuk dilacak dan diusahakan proses indeksnya.

Dan kita akan sangat kesulitan melakukannya jika hanya mengandalkan ingatan.

Oleh karena itu, sebaiknya sejak awal atau setidaknya mulai sekarang, buatlah 1 file excel atau spreedsheet tambahan yang berisi tabel tentang semua URL postingan anda.

Lalu beri informasi mana saja yang terpenting untuk diindeks dan mana yang proses indeksnya tidak mengapa jika harus menunggu agak lama. Sekaligus informasi tentang status indeksnya masing-masing.

Dengan adanya database semua URL situs seperti itu sebenarnya tidak hanya untuk keperluan pemeriksaan indeks secara berkala saja.

Namun juga, bisa sangat bermanfaat untuk proses migrasi platform web jika itu akan terjadi.

Terkait: 6 Jenis URL Untuk Redirect 301 Saat Migrasi Platform Blog
Misalnya jika blog ini akan bermigrasi ke Wordpress dan struktur permalink akan saya ubah (tidak sama dengan struktur URL Blogger), saya sudah memiliki semua daftar URL yang akan diterapkan redirect 301 secara permanen agar bisa mengatasi error 404 (broken link).

Jadi blog bisa tetap dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek SEO yang lebih ramah terhadap strategi pengembangan yang disarankan oleh mesin pencari.

Apalagi setiap pemilik blog juga pasti ingin mengembangkan blognya secara lebih baik lagi.

Dan itu terkadang berarti bahwa jumlah publikasi artikel (URL) juga pasti akan semakin bertambah.

Semakin banyak publikasi, kita akan membutuhkan sistem pelaporan atas apa yang akan atau sudah kita lakukan di blog.

Dan itu membutuhkan data tabel yang diinput secara manual seperti yang baru saja saya sarankan.

Tentu kalau ingin pakai cara yang gratisan ya harus manual begitu.

Kalau membutuhkan tool lain, bisa saja kita akan terkendala pada pembiayaan. Jadi diakali saja dahulu.

Kalaupun repot, itu hanya di awal-awal saja. Setelah itu biasaya akan terasa lebih mudah.

Demikian cara mengecek indeks halaman dan postingan apakah sudah terindeks di Google atau belum sekaligus melakukan validasi untuk memastikan status indeksnya dengan baik.

Mohon maaf jika ada kekurangan atau tips tambahan yang saya berikan mungkin belum sangat lengkap.

Yang jelas, saya hanya ingin membantu anda untuk mengembangkan situs secara lebih terorganisir.

Jika ada pertanyaan, silahkan sampaikan via komentar atau melalui halaman kontak blog ini.

Semoga bermanfaat.