Suka Duka Punya Banyak Draf di Blog | SeedSteam | Blog La Acun

Suka Duka Punya Banyak Draf di Blog

Ada berapa jumlah ide postingan di blog anda yang sampai saat ini masih menjadi draf dan belum bisa diselesaikan proses penulisannya?

Di blog saya sendiri, setidaknya ada 217.

Jumlah draf di blog

Isi draf tersebut adalah kumpulan tulisan lama hasil backup di Blogger yang dulu saya kelola namun masih menunggu keputusan apakah saya harus menerbitkannya segera atau tidak.

Juga, ide-ide baru yang kadang baru berisi beberapa paragraf saja.

Belum lagi kalau ditambah dengan beberapa konsep tulisan yang saya simpan di aplikasi menulis yang saya gunakan.

Apalagi kalau harus memeriksa dokumen pada akun Google Drive, malah semakin bertambah jumlah draf postingan yang sudah seharusnya bisa saya selesaikan.

Tapi apa mau dikata, sesuatu yang saya simpan dalam folder draf, biasanya banyak diantaranya berisi tulisan yang belum menemui garis akhirnya.

Padahal kadang sudah selesai lebih dari 50%.

Suka duka punya banyak ide dalam bentuk draf

Selayaknya sebuah konsep, draf berisi rencana dan juga ide-ide yang menarik untuk ditulis.

Dengan menyimpannya sebagai draf, kita setidaknya sudah mengamankan ide-ide yang terpikirkan sebelumnya.

Entah karena idenya bermanfaat atau sekedar adanya perasaan bisa diselesaikan dengan baik.

Yang jelas, ada manfaatnya. Namun bagaimana jika jumlahnya sudah ratusan bahkan ribuan?

Dan bagaimana juga jika pada menit, jam serta hari-hari selanjutnya ide-ide menarik lain mengetuk pikiran kita sendiri untuk juga dituliskan?

Tambah repot dan bahkan bisa menjadi pisau bermata dua dalam kaitannya dengan produktivitas dalam menulis.

Dan jujur, itu yang saya rasakan.

Pada suatu waktu, draf bisa sangat membantu bahkan fiturnya memang dibutuhkan oleh pengelola blog atau situs.

Namun di waktu lain, ia kerap memaksa untuk diselesaikan sementara saya bisa saja sedang mengalami writer block, tidak mood maupun berkesempatan menulis, butuh terlalu lama waktu untuk riset tambahan dan lain sebagainya.

Hal ini bahkan membuat saya selama beberapa waktu sebelumnya mengosongkan isi draf di blog.

Kosong melompong. Benar-benar nol.

Tujuannya biar lebih fokus dan produktif menulis hal-hal atau topik yang benar-benar bermanfaat dan lebih menunjang perkembangan blog yang saya kelola.

Benar saja, hal itu memang membantu.

Saya hanya menulis artikel yang benar-benar bisa saya selesaikan dan publikasikan secepat mungkin.

Akan tetapi, ketika laptop saya rusak, suka tidak suka, tulisan-tulisan saya yang siap diterbitkan juga akhirnya tidak semuanya bisa diakses karena masih berada di hardisk.

Padahal kalau tersimpan di draf blog, seharusnya itu bisa menyumbang lebih banyak artikel yang diterbitkan lagi.

Aneh-aneh memang isi draf blog saya.

Kalau dilihat, kadang bisa bikin malas. Tapi kalau dihapus juga malah enggan rasanya bahkan bisa menjadi beban tersendiri.

Apa hanya saya ya yang merasa seperti itu?

Rasa-rasanya jarang sekali saya mendengar hal ini bisa menjadi masalah bagi pengelola blog yang lain.

Sepertinya perspektif saya ada yang keliru terkait hal pembuatan draf postingan blog ini. Atau, jangan-jangan saya harus menggunakan aplikasi khusus dan hanya fokus menyimpan konsep tulisan pada aplikasi tersebut saja?

Entah.

Yang jelas, sampai saat ini saya masih menganggap hal ini sebagai tantangan yang harus saya hadapi sendiri.

Dan semoga bisa diatasi dengan baik di kemudian hari.

Oh ya, satu bukti yang menurut saya tak terbantahkan kenapa draf blog bagi saya adalah sesuatu yang menantang bahkan sampai harus saya sebut sebagai masalah adalah dengan hadirnya tulisan curhat ini.

Sampai se-begitunya.

Sementara pada tulisan saya lainnya, dengan begitu gagahnya saya berani memberikan motivasi bahwa menulis itu bisa semudah berucap. Eh, saya sendiri malah kayak begini.

Tapi ya jujur saja, penulis dan blogger mana yang meskipun merasa dan membuktikan bisa produktif menulis, tetap saja ada satu atau beberapa draf yang mungkin sudah cukup lama tidak diselesaikan?

Malah nyari alasan lagi saya.