Alamat Blog Tidak Bisa Dibuka Melalui Versi HTTP dan non-WWW
Saya lupa tepatnya sejak kapan, namun pada tanggal 22 Maret 2023 yang lalu, alamat blog saya tidak bisa dibuka (diakses) jika menggunakan versi http dan tanpa www.
![]() |
| Tidak bisa mengunjungi alamat blog melalui http dan non-www. |
Dan itu sudah terjadi berkali-kali.
Hanya saja sejak awal saya tahu permasalahan tersebut, saya biarkan saja.
Yang penting versi utama yaitu menggunakan https dan pakai www masih bisa dibuka dan tidak ada masalah sama sekali.
Pikirnya saya begitu.
Tapi, akhirnya kepikiran juga bahwa permasalahan akses semacam ini akan menyebabkan kesalahan pengalihan alamat blog sekaligus semua URL postingan dan halaman.
Dan itu sangat tidak ramah terhadap strategi pengembangan blog dari aspek SEO.
Meskipun sejauh ini tidak ada laporan terkait error 404 maupun pengalihan otomatis di Google Search Console sebagaimana pada gambar di atas, tetap saja tidak boleh saya biarkan berlarut-larut.
Versi URL dalam 1 domain
Ketika membeli dan mengelola suatu domain, pada dasarnya pengelola domain bisa menentukan apa versi utama yang akan digunakan.
Misalnya pada blog ini sendiri, versi utama yang saya pakai sesuai dengan pengaturan Blogger adalah https://www.seedsteam.xyz/.
Saya sudah mengaktifkan sertifikat SSL sehingga menggunakan https dan juga pakai www.
Namun sebenarnya, dalam 1 domain ini bisa diakses dengan berbagai versi.
Lebih tepatnya, terdapat 6 versi URL termasuk versi utama yang dipilih yaitu sebagai berikut:
- https://www.seedsteam.xyz/
- https://seedsteam.xyz/
- http://www.seedsteam.xyz/
- http://seedsteam.xyz/
- www.seedsteam.xyz
- seedsteam.xyz
Semua versi di atas baik ketika diketik dan dikunjungi oleh pengguna maupun robot, seharusnya secara otomatis akan dialihkan menuju versi utama yang sudah saya tetapkan yaitu menggunakan https dan www.
Kekhilafan saya sejak awal adalah tidak memeriksa semua versi URL di atas dengan mengunjunginya satu per satu.
Padahal itu sangat penting sebagai langkah antisipasi dan memastikan bahwa domainnya bisa diakses melalui versi apapun.
Apalagi, hal ini juga merupakan bagian mendasar dalam menerapkan SEO-Onpage. Bahkan seharusnya tidak ada masalah ini sejak awal terutama ketika domainnya diaktifkan dan sudah melewati masa propagasi domain.
Tapi namanya juga khilaf. Mau bagaimana lagi!?
Eh, hampir lupa.
Selain menjadi bagian dari pengaturan pengalihan otomatis (automatic redirect), semua versi URL yang baru saja saya sebutkan juga penting dalam kaitannya dengan URL versi kanonis.
Terkait: HTTPS adalah Sinyal Penentu Peringkat di Google
Karena itu yang akan dibaca oleh robot perayap mesin pencari.
Jadi, memastikan semua versi URL domain bisa diakses dengan baik itu sudah pasti harus dilakukan oleh pihak pengelola domain.
Menghubungi tim bantuan registrar
Setelah memikirkan apa yang bisa menjadi potensi penyebab blog saya tidak bisa diakses melalui http dan non-www, saya tidak bisa menemukan satu pun alasan hal itu bisa terjadi.
Akhirnya daripada pusing, saya tanyakan saja langsung ke tim bantuan dari registrar tempat saya membeli domain yaitu ke tim support Domainesia.
Benar saja, tiket bantuan yang saya buat mendapatkan respon yang cepat. Gercep memang Domainesia kalau berhubungan dengan permasalahan konsumen.
Dan ternyata, ada 1 kesalahan yang saya terapkan pada bagian pengaturan DNS terkait penggunaan alamat IP yang seharusnya tidak saya masukkan dan simpan.
Oleh tim bantuan Domainesia, saya disarankan untuk menghapus pengaturan tersebut dan menunggu kembali masa propagasi domain (biasanya maksimal 24 atau 48 jam).
Tentu saja saya juga coba memeriksa semua versi URL blog ini dengan mengunjunginya satu-satu.
Karena masa propagasi domain itu kadang bisa dilewati hanya dalam waktu 1 hingga 3 jam-an berdasarkan pengalaman saya mengelola domain.
Alhamdulillah, ternyata sudah bisa diakses semuanya jika menggunakan IP dari Indonesia.
Entah kalau diakses menggunakan IP dari negara lain di seluruh dunia.
Setidaknya dengan adanya pengalihan otomatis dari semua versi ke versi utama sebagaimana yang sudah saya pilih untuk blog ini, saya kira itu saja sudah lebih dari cukup.
Normal, sudah. Yang penting tidak error lagi.
Kalau anda mengalami permasalahan yang sama, saya sarankan mending langsung hubungi tim bantuan registrar juga.
Terkait: Cara Redirect 301 di Blogger Dari URL Lama ke Baru
Soalnya ini adalah permasalahan teknikal dari sisi kita sebagai pengelola domain. Dan jarang kayaknya kalau ini masalah dari aspek penggunaan browser maupun koneksi internet.
Apalagi jelas-jelas di browser menunjukkan pesan error 404 not found.
